PENSIL PATAH
sesampainya di kota barat akupun binggung dengan keadaan dan keindahan kota tersebut di mana burung-burung bersiul dengan kota yang megah, bangunan-bangunanya tinggi dan di hiasi kendaraan-kendaraan yang berterbangan. kota yang mengah nan bersih begitu cantik dihiasi dengan pengguna sihir, akupun mulai terbiasa dengan keadaan ini. mulai aku mnecari tempat untuk tinggal, dengan surat yang di berikan oleh mr. Vine, di salah satu perpustakaan terbesar di kota ini.
sesampainya aku di dalam perpustakaan tersebut aku di kagumkan oleh sepunjak buku yang membungbung tingi dan kulihat lagi hanya ad seorang wanita yang dudukdi samping kiri dekat lemari buku, ku lihat ia begitu sibuk untuk merapihkan buku-buku tersebut,ku mulai mendekati dirinya dan coba menyapa seorang wanita tersebut.
ringa:"alangkah baiknya jika nona beristirahat sejenak."
mrss; "eh... halo, ad yang bisa saya bantutuan?"
ringa:" kehadiran saya di sinisedang mencari seseorang, saya hanya datang untuk mengirim surat ini ke perpustakaan ini". sebari memberikan sepucuk surat dari mr. Vine.
mrss: "ohh....tenttu" di terima dengan kedua tangan yang begitu putih dan halus.
ringa; "maaf mengangu nona, apakah pemilik perpustakaan ini ada?"
mrss:" guru besar tidak di sini beliau sedang keluar untuk jalan-jalan, silahkan duduk" setelah aku duduk di tengah-tengah perpustakaan aku melihat beberapa buku yang begitu tebal di atas meja di depan, ketika itu aku melihat nona tersebut meneteskan air mata sambil melihat sepucuk surat tersebut, aku menjadi khawatir dan penasaran apa isi dari surat tersebut sehingga dapat membuat wanita tersebut menangis.
aku pun mulai risih dengan keadaan tersebut mulai ku melangkah kakiku ke arahnya dengan sedikit keraguan namun wanita tersebut berlari ke atas tangga dan menuju ruangan lain, aku hanya bisa melihat dari belakang hingga tak nampak lagi wanita tersebut.
aku mulai mebaca buku-buku di sini sambil menunggu ia kembali."apayang aku lakukan di sini hanya ada tumpukan buku-buku lusuh yang tidak bermanfaat"
mrss: " tuan ringa bila anda tidak bisa membaca jangan lah kau sentu buku-buku itu, tak sedikit waktuku habis untuk belajar membaca semua itu."
ringa:"walaupun begitu apa yang bisa kubaca dari semua buku yang berisikan gambar yang fana ini?"
mrss:"apakah tuan dapat membaca alur kehidupan tuan sendiri?" sambil memegang tangan ringa yang memegang buku the greet gerhana " ilmu itu dinamis jagan kau samakan dengan otakmu yang fana"
ringa: tersenyum lebar" kau tau tenang ilmu, kau tau pengetahuan, apakah kau mengerti tentang perasaan?" menatap mata wanita tersebut sambil tersenyum kecil" orang berilmu tau cara bagaimana ia berkomunikasi".




Tidak ada komentar:
Posting Komentar